MULA CIPTA RUPA NYATA

Siapa yang menulis tiada tangannya,
Siapa yang mendengar tiada telingannya,
Siapa yang melihat bukan dengan hatinya,

Maka tiadalah yang menulis,
Maka tiadalah yang mendengar,
Maka tiadalah yang melihat,

Melainkan yang menulis,
yang mendengar, melihat,
itulah Nyawa.

Tuesday, 7 February 2012

KEPUSTAKAAN MELAYU/ LAKAR MELAYU

Kekal abadi isinya hayat,
Padamu tanda penuh rahmat,
Kajilah ajaran didalam serat,
Bukan tataran bumi bermayat,
Jika temu seribu hikmat,
Temukan juga makna tersirat,
Bukan mulut ucapan ayat,
Tapi rasa meresap hebat,
Pada diri sudah tersurat,
Akan sakti satu urat,
Barulah tahu, Barulah ingat,
Melayu benih segala tajjilat
                       
Jika mengaji tahukan umat,
Bukan bahasa menjadi punat,
Hadapkan muka hadapkan hasrat,
Agar akal dapat munajat,
Dalam dunia tiada kau sesat,
Pada-Nya itulah kiblat,
Mengerti sekelian berhakikat,
Bukan alam sinar melarat,
Begitu caranya mengambil berat,
Penuh dengan adat istiadat,
Baru dapat akannya afilat,
Baru dapat jalan akhirat,

Lakar untuk yang mendapat,
Menjadi tanda sekelian alamat,
Buka dadat terima alamat,
Bukan tohmah tapi ibadat,
Bagi yang ingin tahu hakikat,
Segera akan fana shariat,
Hati jadi cermin berkilat,
Baru dapat akan makrifat,
Bila ilmu jadinya berkat,
Baru dapat akannya bakat,
Bertemu kelak erti kiamat,
Itulah TAMAT.

No comments:

Post a Comment